el-Insyaet Online - Sebuah sastra klasik seperti puisi perlu dilestarikan. Karena semangat para tunas bangsa untuk mempelajari dan membuat sastra kian menurun. kali ini el-Insyaet Online menyuguhkan sebuah puisi, cekidot :D
Kau Buang ke mana?
Kau buang kemana saudara-saudaraku?
Hingga ku linglung sendiri mengisap jemariku
Kau apakan saudara-saudaraku?
Hingga ku teteskan jutaan warna
Kau kemanakan saudara-saudaraku?
Hingga ku tebengkan jiwa ini pergi mencarinya
Kau Buang Kemana?
Saudaraku yang bernama keadilan
Saudaraku yang bernama kedamaian
Saudaraku yang bernama kemakmuran
Dan Saudaraku yang bernama Indonesia
Kau apakan Keadilan?
Hingga kini ku tersedih dalam jeruji tahanan yang tak tahu menahu masalahnya
Sedangkan dia yang tahu kau perlakukan seperti Tuhan
Kau sembunyikan Kedamaian dimana?
Ketika ku injakan kaki di depan rumahku
Celurit, pisau melayang kesana kemari
Hingga menjadikan si anjing-anjing itu nganggur, hanya menggonggong dan makan recehan jutaan
Kau kemanakan kemakmuran?
Hingga kini ku duduk di kursi reot pinjam tetangga, sedangkan kau duduk manis di kursi shofa warna putih
Atau kala ku hanya makan nasi aking yang sudah beratus tahun terpanggang panas mentari, sedang kau menikmati pizza lezat di Plaza
Kau kemanakan lagi dengan Indonesiaku?
Kala moralku seperti binatang
Kala pendidikanku sudah kau nodai dengan pendidikan tak karuan
Kala budayaku yang luhur itu kau sobek dan mengganti budaya yang tak kumengerti
Dan kau kemanakan lagi karakterku hingga kini ku kusut tak bergaya di depan mereka
Kau buang kemana semua milikku itu
Hingga ku stress tak memiliki semuanya
Hingga ku telanjang bulat tak berbusana
Kau buang kemana wahai bajingan yang merasa membuang hak milikku itu
Habib Arafat
Posting Komentar